Film Indonesia Bertema Sepak Bola yang Banyak Mencuri Perhatian

Film Indonesia Bertema Sepak Bola yang Banyak Mencuri Perhatian

Film Indonesia Bertema Sepak Bola yang Banyak Mencuri Perhatian, Perfilman Indonesia pada sebuah dekade paling akhir ini banyak membuat film-film dengan kualitas baik. Dari mulai percintaan, riwayat, perjuangan sampai berolahraga. Perubahannya pantas dapat acungan jempol, baik yang ada dilayar lebar ataupun jalan berdiri sendiri. Tidak disangkal , karya-karya mereka bahkan juga mendapatkan animo oleh beberapa orang luar negeri.

Satu diantara yang menarik dari film Indonesia ialah bertopik berolahraga, terutamanya sepak bola. Film bertopik sepak bola Indonesia ini seringkali lewat di bioskop Tanah Air. Narasi mengenai dunia sepak bola yang diangkat ke layar-lebar termasuk unik.

Film Indonesia Bertema Sepak Bola yang Banyak Mencuri Perhatian

Dari mulai laga bola antar kampung, futsal, tim nasional, supporter, sampai mafia sepak bola.
Tema tentang sepak bola memang banyak mengambil perhatian warga. Tidak hanya yang berminat yang lumayan banyak, di Indonesia sendiri berolahraga ini termasuk cukuplah aktif. Lalu film apa yang bertemanakan sepak bola? Tersebut penjelasannya yang dikutip brilio.net dari berbabagi sumber, Sabtu (29/12).

Buaye Gile

Buaye Gile adalah film komedi Indonesia tahun 1974 yang disutradarai oleh Syamsul Fuad. Diperankan oleh Benyamin S serta Ida Royani. Film ini menceritakan mengenai kehidupan kampung di Jakarta yang tetap mengadakan laga sepak bola antarkampung tiap HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dua club paling top berkompetisi, yaitu PS Apes serta PS Dongkrak. Dalam film ini memvisualisasikan jika sepak bola kampung yang berprestise, khususnya buat pemain yang ingin menarik hati wanita.

Gara-Gara Bola

Dikarenakan bola adalah film komedi Indonesia yang launching pada 13 Agustus 2008. Film ini disutradarai oleh Agasyah Karim serta Khalid Kashogi. Film yang dimainkan oleh Herjunot Ali, Winky Wiryawan, serta Laura Basuki ini bercerita mengenai judi sepak bola. Mereka bertaruh dalam final Piala Dunia 2006. Sebab laganya itu, mereka pada akhirnya dikejar-kejar oleh orang keyakinan bandar judi besar di Jakarta.

Sesudah The Conductors launching, pada tahun yang sama ada fim komedi berjudul Gara-Gara Bola. Diperankan Khalid Kashogi diperankan Herjunot Ali, serta Winky Wiryawan, serta Laura Basuki.

Topik yang dijadikan film ini sebetulnya cukuplah susah, yaitu mengenai judi bola. Tetapi, bagian humor yang dipertunjukkan melalui beberapa aktor membuat film ini enak di nikmati tanpa ada pemirsa harus berpikir. Herjunot serta Winky memainkan dua teman dekat yang saling menyukai sepak bola.

Mereka terjerat dalam judi saat bertaruh dalam final Piala Dunia 2006. Akhirnya, mereka juga dikejar-kejar oleh kaki tangan bandar judi besar di Jakarta. Indra Herlambang sukses memainkan kaki tangan bandar judi yang membuat film itu makin kocak.

Romeo Juliet

Satu tahun sesudah meluncurkan The Conductors, Andi Bachtiar Yusuf kembali mengusung topik sepak bola dalam karyanya. Kesempatan ini melalui Romeo Juliet, diperankan Edo Borne, Sissy Pricillia, serta Alex Komang. Dirigen Aremania Yuli Sumpil kembali dipertunjukkan jadi pemeran simpatisan.

Sesuai judul, film ini selesai susah. Diceritakan jalinan cinta terlarang antara supporter Persib Bandung (Desi) dengan anggota The Jakmania (Rangga). Mereka juga kawin lari serta sudah sempat berkunjung di Malang menjumpai Yuli Sumpil.

Film ini launching pada 23 April 2009, disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf. Film ini diperankan oleh Sissy Priscillia, Edo Borne, Alex Komang, Epy Kusnandar, Ramon Y. Tungka, serta Norman Akyuwen. Seusia judulnya, film ini selesai susah.

Film Romeo Juliet menceritakan jalinan cinta terlarang antara supporter Persib Bandung (Desi) dengan anggota The Jakmania (Rangga). Jalinan mereka tidak disetujui, merekapun setuju untuk kawin lari serta sudah sempat berkunjung di Malang menjumpai Yuli Sumpil.

Sepakan dari Langit

Film Indonesia Sepakan dari Langit launching pada tahun 2011 serta disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film bertopik sepak bola ini diperankan oleh Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan, Maudy Ayunda, Giorgino Abraham, Jordi Onsu, Joshua Suherman, Agus Kuncoro, Sujiwo Tejo, Natasha Chairani, Yosie Kristanto, Marco Dandy, serta Mathias Ibo.

Film ini menceritakan seseorang anak bernama bayu, yang tinggal di lereng Gunung Bromo, Jawa Timur yang bercita-cita jadi pesepak bola hebat. Harapan bocah ini tidak mendapatkan restu dari sang ayah.

Hari Ini Tentu Menang

Hari Ini Tentu Menang adalah film yang launching pada Maret 2012 serta di produksi oleh Bogalakon Pictures. Film yang diadaptasi dari novel karya Estu Ernesto berjudul Menerjang Batas ini bercerita mengenai timnas sepak bola Indonesia yang maju ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Garuda di Dadaku

Garuda di Dadaku jadi film Indonesia pertama yang mengusung topik Tim nasional Indonesia. Film instruksi sutradara Ifa Isfansyah diperankan Marsa Aruan, Maudy Koesnaedy, Emir Mahira, serta Ari Sihasale.

Dikisahkan figur Bayu yang berumur 12 tahun serta bercita-cita tembus scuad Tim nasional U-13. Bayu yang semenjak kecil menyukai sepak bola seringkali menggiring bola di gang-gang sempit tempat dia tinggal.

Satu hal yang fantastis dari film ini ialah original soundtrack (Garuda di Dadaku) yang dibuat band Netral. Lagu itu jadi pengiring tim nasional saat berlaga serta dinyanyikan oleh supporter Indonesia.

Pada 2011, sekuel Garuda di Dadaku launching. Emir Mahira kembali jadi pemeran penting dalam film yang disutradarai Rudy Soejarwo.

Garuda di Dadaku adalah film Indonesia yang launching pada 18 Juni 2009 serta disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Film ini adalah film pertama yang mengusung mengenai Team Nasional Indonesia. Dalam film ini diceritakan figur Bayu yang masih berumur 12 tahun serta mempunyai harapan untuk dapat menebus scuad Tim nasional U-13. Figur Bayu dilukiskan semenjak kecil suka main bola, dia sering main di gang sempit lokasi tempat tinggalnya.

Hattrick

Hattrick adalah film Indonesia yang launching pada 10 Mei 2012. Film ini disutradarai oleh Arumi Bachsin serta Denny Sumargo. Hattrick mengusung topik futsal. Satu kompetisi underground futsal berskala internasional yang dibarengi oleh team amatir Indonesia. Team itu dibuat oleh seseorang mafia, arah adalah dia ingin melanjutkan harapan suaminya yang begitu ingin mempunyai team futsal kuat berprestasi internasional.

Tidak hanya delapan film diatas, ada lagi satu film berjudul Hattrick yang launching pada 2012 diperankan Arumi Bachsin, Denny Sumargo, serta Lukman Sardi, serta Dion Wiyoko. Tetapi, fillm itu mengusung topik futsal.

Setingan ceritanya mengenai satu kompetisi Underground Futsal berskala internasional yang dibarengi oleh team amatir Indonesia.

Team itu dibuat oleh seseorang wanita paruh baya yang menjadi mafia. Dia melanjutkan harapan almarhum suaminya yang begitu mendamba mempunyai team futsal kuat berprestasi internasional.

Team ffutsal dibuat dari beberapa pemain futsal jalanan. Mereka disatukan dengan panduan diculik dan dilatih dalam suatu tempat misterius.

8. Sinar dari Timur

Sinar dari Timur adalah film yang launching pada 19 Juni 2014 yang diperankan oleh Chicco Jerikho serta Shafira Umm. Film ini mengusung rumor sosial di Maluku, yaitu perselisihan antaragama. Seseorang bernama Sani Tawainella yang dimainkan oleh Chicco Jerikho, berupaya selamatkan beberapa anak yang terjerat dalam perselisihan itu.

Film ini menunjukkan kehidupan pesepak bola-pesepak bola sungguhan, seperti Alfin Tuasalamony, Hendra Bayauw, Rizky Pellu, dan beberapa yang lain yang sekarang ini aktif main di acara pertandingan Tanah Air.

Patner Ganool Movie : Situs Bola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *